Traveling Sambil Shopping? MAUK!

Traveling dan shopping. Dua kata yang berjodoh sejak zaman kuda gigit besi. Sekekeuh-kekeuhnya saya mengaku sebagai perempuan yang nggak shopaholic, keinginan untuk belanja setiap kali bepergian ke luar negeri atau luar kota selalu membuncah-buncah. Prioritas belanja nomor satu? Untuk orang-orang terkasih. Ya kaleeee. Buat diri sendiri dong, ah!

Biarpun saya tidak suka belanja pakaian atau tas, saya senang berburu pernak-pernik dari kota atau negara setempat, yang bisa saya kenang sambil cengar-cengir setelah pulang. Atau, sesuatu yang sudah lama saya idam-idamkan. Contoh: waktu bertandang ke PARIS (IYA KAPITAL LAGI. SENGAJA), saya menghadiahi diri sendiri buku skenario “Before Sunrise & Before Sunset” yang sudah lama saya incar. Buku tersebut saya beli di Shakespeare & Co., yang menjadi salah satu lokasi dalam film “Before Sunset” dan dicap dengan stempel khusus bertuliskan “Kilometer Zero Paris”.

Gaya abis, lah.

Prioritas kedua, baru deh, untuk orang-orang tersayang. Di sebuah kota kecil pinggir laut, saya membeli pisau lipat untuk sahabat (yang nyaris terbawa di handbag jelang check-in dan bikin panik!), asbak untuk kawan yang perokok berat, sepaket coaster untuk adik, dan lain-lain. Di setiap kota atau negara, biasanya saya menyisihkan waktu khusus untuk berbelanja. Ada kesenangan tersendiri tiap kali saya memberikan oleh-oleh untuk sahabat atau saudara. Ya, mudah-mudahan kesenangan ini juga melancarkan rezeki, supaya bisa sering-sering traveling. Ada yang bilang, orang yang senang berbagi tidak akan pernah mengalami kekurangan karena saluran rezekinya terus mengalir. Nggak mampet, gitu.

Yak, melenceng lagi. *toyor diri sendiri*

Where were we?

Oh, ya, traveling dan shopping.

Bagi saya, traveling sepaket dengan shopping. Alias kembar siam. Alias inseparable.  Masalahnya, saya sering keteteran karena uang tunai yang saya bawa tidak cukup. Saya tidak suka mengantongi uang dalam jumlah banyak, apalagi kalau bepergian ke luar negeri, karena malas menukarkan kelebihan uang sekembalinya ke tanah air. Plus, uang tunai dalam jumlah banyak itu kok ya kesannya cari penyakit alias dadah-dadah ke maling. Dulu, waktu masih muda, saya rajin memisah-misahkan uang tunai; sebagian di dompet, sebagian di tas pinggang, sebagian di kantung tas bagian dalam, sebagian di kantung rahasia yang saya sembunyikan di balik pakaian. Niat abis. Sekarang… sutralah. Hari gini masih bawa duit segepok. Nggak bosen idup ribet?

*ditoyor pembaca*

😀

Sekarang, untuk alasan kepraktisan dan kenyamanan, saya lebih suka membawa kartu kredit dan uang tunai secukupnya. Selain nggak menuh-menuhin dompet, saya merasa aman karena kalau sesuatu yang buruk terjadi –say, kecopetan di perjalanan *knock on wood*– saya hanya perlu memblokir kartu kredit saya. Belanja pun jadi jauh lebih mudah dan tidak perlu khawatir kehabisan uang di tengah jalan (it SUCKS, believe me!).

Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, saya pun menambahkan satu hal ke wish list tahun 2012: punya credit card BCA Singapore Airlines Visa (BCA SQ)!

Alasannya? Simpel: poin dari shopping pakai BCA SQ card bisa ditukar dengan KrisFlyer miles. Dan kalau KrisFlyer miles-nya udah banyak, bisa ditukar pakai flight hratis dari Singapore Airlines, yang artinya saya bisa terus traveling sambil belanja. Woooo!! Itu pertama. Kedua, well… siapa yang nggak tau reputasinya Singapore Airlines? Saya mah cinta perjalanan yang nyaman-aman-sentosa dengan servis oke. Hihihi.

Alasan ketiga, yang sebenarnya penting-nggak penting (biarin, ah!), dalam perjalanan dari Paris menuju Rennes 4 minggu lalu, kartu kredit saya ditolak ketika hendak membeli tiket kereta dari mesin. Padahal, limit masih utuh dan kartu tersebut umurnya masih seumur jagung. Untungnya, Peri Baik Hati ada di mana-mana, dan tidak semua Parisian jutek sama turis. Melihat saya kesulitan, seorang ibu menawarkan untuk memakai kartu kreditnya. Terpaksa saya meminjam kartu kredit si ibu dan menggantinya dengan uang tunai. Pelajaran supaya lain kali saya lebih berhati-hati memilih bank yang reliable. And as far as I know, BCA has a pretty good reputation. Beralih, deh!

*brb ke BCA*

*eh, masih hari Minggu yak*

*balik lagi*

Anywaaaay. Cukup cerita tentang traveling dan shopping-nya. Masih ada hutang artikel perjalanan yang perlu dilunasin! Will keep you readers updated. Yuk dadah yuk babayyy! 😉

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s